Pengendara dibuat mudah dengan keberadaan jalan tol dan menjadikan waktu tempuh menjadi semakin lebih singkat. Meski bisa membuat perjalanan lebih cepat, bukan berarti melintas di jalan bebas hambatan pengemudi bisa sesuka hati memacu kendaraannya. Pengelola jalan tol tetap memberikan batas kecepatan yang diperbolehkan guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Kecelakaan di ruas tol memang sering terjadi lantaran pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya karena kecepatan kendaraan yang melebihi batas.

Selain berkendaraan rambu-rambu lalu lintas yang udah di pasang di sepanjang jalan, pengendara juga harus mampu mengontrol laju kendaraan. Hal ini untuk mencegah agar kendaraan tidak lepas kendali sehingga bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Berikut beberapa cara berkendara aman di jalan tol:

Menjaga kecepatan kendaraan

Melaju di jalan bebas hambatan, bukan berarti pengemudi bisa bebas menginjak gas dan melajukan kendaraannya. Selain bisa berbahaya berkendara di jalan tol juga ada batasan kecepatan yang wajib dipatuhi oleh pengendara. Batasan tersebut tentunya sudah melalui perhitungan agar aman saat dilintasi kendaraan roda empat. Sehingga, pengendara bisa nyaman saat melintasinya baik dalam kondisi jalan kering maupun basah. batas kecepatan yang diperkenankan di ruas tol maksimal 80 kilometer per jam. Dengan batas minimal kecepatan mencapai 60 kilometer per jam.

Sesuaikan lajur

Berkendara di ruas tol bukan berarti tidak ada rambu yang mengatur laju kendaraan. Ada sejumlah rambu yang juga harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Saat melintasi jalan tol tentunya ada rambu pemberitahuan berwarna Salah satunya adalah rambu agar pengendara tidak berjalan di lajur sebelah kanan selama berkendara. Pasalnya, lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan yang hendak mendahulu kendaraan lain di depannya.
Sementara, jika berkendara dalam kecepatan normal dan tidak mendahului kendaraan sebaiknya tetap melaju di lajur kiri.

Jaga jarak aman

Kecelakaan yang terjadi di ruas tol seringkali melibatkan sejumlah kendaraan atau beruntun. Guna menghindari kejadian tersebut, Marcell menyarankan agar pengendara tetap menjaga posisi jarak aman kendaraan. Caranya adalah dengan memperkirakan jarak antara kendaraan yang dikendarainya dengan kendaraan di depannya memiliki jeda minimal tiga detik. Waktu tiga detik itu menurut Marcell sebagai batas jarak aman bagi seorang pengemudi bisa reflek menghindar dari kecelakaan yang terjadi di depannya.

Gunakan bahu jalan dalam kondisi darurat

Bahu jalan di ruas tol memang tidak diperuntukkan sebagai tempat berhenti atau bahkan beristirahat.
Pengelola jalan tol sudah menyiapkan tempat istirahat khusus bagi pengendara yang merasa lelah yakni di rest area. Larangan berhenti di bahu jalan ini juga ditegaskan melalui rambu yang ada di sepanjang jalan tol. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang bisa membahayakan pengemudi, seperti terjadinya kecelakaan.

Kunjungi juga website kami:

www.sewabus.co.id

www.rentalhiace.id

46 Views

Suka dengan artikel ini ? beri Rating dan Share yaa. Tq.

× Pesan Melalui WhatsApp
%d bloggers like this: